Internasional

Membanggakan, Puluhan Mahasiswa Baru Al-Azhar Asal Minang Mendarat di Kairo

Kairo – Warga Minang di Bumi kinanah Mesir kembali berbahagia menyambut mahasiswa baru yang datang dari Ranah Minangkabau. Mahasiswa yang berjumlah 57 Orang  menginjakkan kaki dengan selamat di kota Kairo kemarin, Rabu 5 Desember 2018 pada pukul 14.00 Clt.

Kedatangan mahasiswa ini disambut oleh puluhan mahasiswa dan pengurus Kesepakatan Mahasiswa Minang (KMM Mesir) di bandara Internasional Kairo yang menunggu di luar pintu masuk bandara.

Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 57 Orang Minangkabau mengutus kembali para duta terbaiknya untuk menuntut ilmu di Al Azhar,, kedatangan mereka bagaikan “patah tumbuah, hilang baganti”, karena tahun ini juga ada beberapa warga KMM yang telah menamatkan studinya d Al Azhar, lalu pulng ke Indonesia untuk mengabdi. Alhamdulillah kedatangan mereka sebagai regenarasi duta Minangkabau yang menuntut ilmu di Al Azhar, yang tahun ini sampai berjumlah sekitar 350 orang.” ujar Abdul Rahman Taufiq, Gubernur KMM Mesir yang juga ikut menjemput mahasiswa baru tersebut.

Kedatangan mahasiswa baru ini merupakan sebuah momen yang ditunggu-tunggu oleh segenap warga Minang di Mesir, pasalnya kabar kedatangan Maba (Mahasiswa Baru) tahun ini sedikit terlambat dibandingkan dengan kedatangan mahasiswa pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya datang di bulan September atau Oktober.

Rencana Kedatangan Maba KMM Mesir juga sempat dikabarkan akan ditunda hingga tahun depan karena ada hambatan administrasi , namun hambatan itu akhirnya bisa diselesaikan oleh pihak KBRI Kairo dan mahasiswa bisa diberangkatkan pada tanggal 4 Desember 2018 dari Bandara Internasional Minangkabau, untuk transit di Bandara Soekarno Hatta dan selanjutnya akan terbang lansung ke Kairo.

57 Mahasiswa baru ini berasal dari puluhan Sekolah dan Pondok Pesantren di Sumatra Barat. Mereka merupakan bagian dari 1800 orang mahasiswa Indonesia yang lulus tes masuk Universitas Al-Azhar Kairo tahun 2018 melalui Kementrian Agama RI.

Setelah dijemput di Bandara Kairo, puluhan maba ini dibawa ke Rumah Gadang KMM Mesir yang merupakan sentra kegiatan warga minang di Mesir untuk menginap dan menjadi asrama untuk maba ini selama 6 bulan kedepan,  daya tampung Rumah Gadang ini bisa mencapai 50 orang.

“Harapan kami, semoga mahasiswa baru yg berjumlah 57 orang ini, benara-benar memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu ini, karena tidak semua orang yang bisa menginjakkan kakinya di bumi Para Nabi ini, pesan kami, dan bisa mengambil ilmu dari pusat keilmuan islam tertua di dunia, yaitu Al Azhar. Kalau sekarang mereka sebagai duta Minangkabau untuk belajar di Al Azhar, kelak beberapa tahun lagi mereka menjadi dutanya Al Azhar untuk mnyebatkan ilmu Al Azhar di indonesia.” ujar Gubernur KMM tersebut.

Selanjutnya Mahasiswa ini akan mengikuti tes penempatan (Tahdid Mustawa) yang akan diadakan 5 hari kedepan. Tes Tahdid Mustawa inilah yang akan menentukan apakah mereka bisa lansung kuliah atau harus mengikuti kelas persiapan bahasa terlebih dahulu selama setahun.

Hingga saat ini, mahasiswa Minang yang berada di Mesir mencapai 350 orang yang sedang menempuh berbagai tingkatan studi di Universitas Al-Azhar maupun di universitas lainnya di Kairo.

 

Kontributor: Tareq Albana, Kairo Mesir.

Tags
Close
Close