Padang Pariaman

Wisata Religi: Makam Syekh Burhanuddin

Atas jasa dan perjuangan menyebarkan Islam, hingga saat ini makam Syeikh Burhanuddin mendapat perhatian besar dari para peziarah. Jamaah atau peziarah biasa berkunjung dan Basapa atau bersafar serempak bersama puluhan ribu orang, setiap Rabu tanggal 10 Shafar.

Syekh Burhanuddin adalah tokoh yang luar biasa dalam menyebarkan agama islam di Sumatera Barat. Kebesaran Syekh Burhanuddin tetap abadi hingga kini, ratusan tahun setelah beliau meninggal.

Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan Sumatera Barat adalah tempat yang dikunjungi tak henti-henti oleh peziarah dari dalam negeri dan mancanegara. Keberadaan Makam Syekh Burhanuddin di tengah masyarakat merupakan sejarah yang tidak pernah dilupakan oleh murid-murid dan pengikutnya.

Bangunan makam tersebut bercirikan arsitektur masjid pada abad ke-16. Dapat ditemui di Kecamatan Ulakan Tapakis, 18,2 kilometer / 26 menit dari Bandara Internasional Minangkabau. Suasana religius sangat terasa disekeliling makam tersebut dan setiap pengunjung harus mengenakan pakaian muslim.

Penyebar Islam dan Perlawanan Penjajah di Sumatera Barat

Syekh Burhanudin sangat dihormati, beliau adalah ulama yang berpengaruh di daerah Minangkabau sekaligus ulama yang menyebarkan Islam di Kerajaan Pagaruyung. Beliau juga pahlawan pergerakan Islam melawan penjajahan VOC. Pahlawan yang meninggal pada usia 58 tahun ini dikenal sebagai ulama sufi pengamal (Mursyid) Tarekat Shatariyah di daerah Minangkabau, Sumatera Barat.

Syekh Burhanuddin lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada 1649-1692 M. Ia pertama belajar di Syekh Madinah, Padang Pariaman. Kemudian berguru ke Aceh dengan Syekh Abdurrauf Singkil. Pulang kampung menyebarkan agama Islam di Ulakan, Padang Pariaman.

Syekh Burhanuddin meninggal dunia pada hari Rabu 10 Syafar tahun 1116H atau 1704 M di Ulakan. Hari kematiannya dirayakan pengikutnya setiap tahun yang dikenal dengan nama “basapa”. Jika 10 Syafar jatuhnya pada hari Rabu, akan diperingati sebagai “basapa gadang” , bersapar besar-besaran.

Photo: nu.or.id

Atas jasa dan perjuangan menyebarkan Islam, hingga saat ini makam Syeikh Burhanuddin mendapat perhatian besar dari para peziarah. Jamaah atau peziarah biasa berkunjung dan Basapa atau bersafar serempak bersama puluhan ribu orang, setiap Rabu tanggal 10 Shafar.

 

Lihat juga :   Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto Diusulkan Menjadi Warisan Dunia UNESCO

Makam Syekh Burhanuddin

Makam yang berada di kompleks pemakaman penduduk pada areal pemakaman seluas 60 m x 60 m, memiliki cungkup yang terbuat dari semen dan lantai keramik seluas 6,33 m x 7,82 m. Bangunan makam (jirat) memiliki panjang 3,78 m x 1,95 m. Jirat makam dilapisi keramik warna biru yang mnerupakan hasil pemugaran pada 1982 oleh Bidang Musjarah Kanwil Depdikbud Provinsi Riau.

Nisan makam terdiri dari 2 buah batang kayu jenis kayu sungkai yang berbentuk bulat yang sudah membatu. Nisan dengan tinggi 1,25 m di bagian utara dan 55 cm bagian selatan dengan lebar sekitar 45 cm. Di sisi timur bangunan cungkup terdapat terdapat sebuah makam yang diyakini masyarakat sebagai makam istri Syekh Burhanuddin.

Menuju Lokasi

Jika Anda dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), ambil jalan Olo Bangau setelah keluar dari BIM dan lanjutkan menuju jalan ketaping dan terus menuju jalan syekh burhanuddin. Atau anda bisa menggunakan google maps sebagai petunjuk arah.

User Rating: 5 ( 1 votes)
Tags

Amin

Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */
Back to top button
Close
Close