Skip to main content

Padang Mangateh: Surga Padang Rumput Yang Tersembunyi di Indonesia

Padang Mangateh, begitulah masyarakat disana menyebutnya. Sebuah lokasi yang dibuat khusus untuk peternakan yang diberi nama Balai Pembibitan Ternak Unggul Dan Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas (BPTU-HPT) yang telah berdiri sejak tahun 1916. Didirikan pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Udaranya yang segar, panorama alamnya yang begitu mempesona, dan hamparan padang rumput hijaunya yang begitu luas, menjadi ciri khas Padang Mangateh.

Hamparan padang rumput yang luasnya lebih kurang 280 hektar di Padang Mangateh mirip dengan Desa Hobbiton yang terletak di Matamata, North Island – New Zealand. Hal inilah yang menjadikan Padang Mangateh sering disandingkan dengan New Zealand oleh wisatawan yang telah berkunjung ke sini.

Salah satu hewan yang di ternakkan disini adalah Sapi. Masyarakat Sumatera Barat khususnya orang minang, menyebut sapi dengan “Jawi atau Bantiang”. Beberapa sapi dibiarkan hidup dan berkeliaran di area padang rumput. Hal ini dilakukan agar sapi mendapatkan makanan terbaik dan terhindar dari stres jika di kandangkan.

Kondisi geografis Padang Mangateh yang terletak di pinggang Gunung Sago, menjadikan rumput di daerah ini tumbuh dengan subur. Sapi pun bisa dengan leluasa bergerak dan makan dengan sepuasnya. Hal ini bisa membuat sapi tumbuh besar lebih cepat.

 

Kisah Awal Padang Mangateh

 

Pada tahun 1916, peternakan ini belum menjadikan sapi untuk fokus utama peternakan. Pemerintahan Hindia Belanda pada saat itu lebih memilih kuda. Sapi baru mulai di ternakkan mulai tahun 1936. Sapi di datangkan langsung dari Benggala, India. Jenis sapinya yaitu sapi Zebu.

Peternakan ini pernah hampir tutup karena situasi dan keadaan pada saat itu. Pada tahun 1950, Dr. Mohammad Hatta yang merupakan salah satu putra terbaik Sumatera Barat, pada saat itu menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, melakukan pembenahan terhadap peternakan ini.

Beliau menjadikan peternakan ini sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah yang diberi nama ITT (Induk Taman Ternak) Padang Mengatas pada tahun 1951 – 1953.

ITT Padang Mengatas ini menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara pada tahun 1955. Hewan yang dipelihara saat itu yaitu kuda, sapi, kambing dan ayam.

Pada tahun 1958-1961, peternakan ini berubah menjadi lokasi basis pertahanan PRRI dan mengakibatkan ITT Padang Mengatas rusak berat.

Pemerintah Daerah Sumatera Barat kembali melakukan pembenahan dan perbaikan pada tahun 1961.

Pada tahun 1973-1974, Pemerintah Jerman melakukan penelitian dengan membuat kajian tentang ITT Padang Mengatas. Akhirnya pada tahun 1974 – 1978 terciptalah sebuah kerjasama untuk  renovasi dan pembangunan kembali ITT Padang Mengatas antara Pemerintah Jerman dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui sebuah proyek yang diberi nama Proyek Agriculture Development Project (ADP).

ITT Padang Mengatas berubah menjadi Balai Pembibitan Ternak – Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) pada tahun 1978, setelah proyek ADP berakhir dan diserahkan kepada Departemen Pertanian dengan SK Menteri Pertanian RI No. 313/Kpts/Org/1978 dengan wilayah kerja 3 propinsi yaitu Sumbar, Riau, dan Jambi. Untuk biaya BPT-HMT pada saat itu ditanggung oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat dan Pemerintah RI.

Biaya pengelolaan BPT-HMT diambil alih oleh Pemerintah RI pada tahun 1985 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.292/Kpts/OT.210/4/2002 tanggal 16 April 2002 berubah nama menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mengatas dengan wilayah kerja meliputi seluruh propinsi di Indonesia.

 

Lokasi Padang Mangateh

 

Balai Pembibitan Ternak Unggul Dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas ini terletak di Jl. Padang Mangatas, Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Jaraknya dari Kota Padang lebih kurang 136 KM. Dari Kota Payakumbuh sekitar 12 KM.

 

Cara Menuju Ke Padang Mangateh

 

Untuk menuju ke Padang Mangateh sangat mudah sekali, berikut ini beberapa alternatif menuju ke sini:

 

Bandara Internasional Minangkabau

Bagi wisatawan yang menggunakan jalur udara dan turun di Bandara Internasional Minangkabau, Anda bisa carter (sewa mobil) untuk menuju ke Padang Mangateh. Orang yang menyediakan jasa sewa mobil tersebut sudah mengetahui lokasi ini. Sebelum berangkat ke sini, Anda sudah harus memiliki izin untuk memasuki lokasi.

 

Kendaraan Pribadi

Jika Anda dari Padang, Bukittinggi atau Pekanbaru dan ingin ke Padang Mangateh menggunakan mobil atau motor sendiri juga bisa, dan tidak sulit untuk menuju ke sini. Karena akses jalannya sudah bagus.

Setelah anda sampai di Kota Payakumbuh, ambil perjalanan menuju ke arah Batang Tabik/Gaduik/Sijunjung dengan pedoman sebuah tugu Adi Pura di pasar Payakumbuh.

Dari Tugu Adi Pura, teruslah lanjutkan perjalanan melewati Jembatan Ratapan Ibu (Pasar Ibuah). Tidak jauh dari sini anda akan melihat sebuah bundaran, namanya Lobua Silang. Lurus saja terus ke arah Batang Tabik.

Jika anda sudah melihat Pemandian Batang Tabik di sebelah kanan jalan, teruskanlah sedikit lagi. Nanti sebelah kanan ada Simpang Puskesmas Mungo sebagai tanda belok ke lokasi.

Belokkanlah kendaraan anda ke simpang Puskesmas Mungo ini, lebih kurang 1,5 Km lagi anda akan menemukan pintu masuk utama peternakan Padang Mangateh.

Tidak ada pemungutan atau biaya untuk kendaraan pada pintu masuk. Jika anda telah memiliki surat izin untuk masuk.

 

Cara Masuk Ke Padang Mangateh

 

BPTU Padang Mengatas telah membuatkan sebuah prosedur untuk berkunjung ke sini. Prosedur tersebut merupakan cara untuk mendaftar agar bisa masuk ke Padang Mangateh. Cara masuk ke Padang Mangateh bisa anda lakukan disini.

 

Penginapan Padang Mangateh

 

Bagi anda yang telah memiliki surat izin masuk, anda bisa bermalam di Padang Mangateh. Telah disediakan penginapana yang bisa disewa dari pihak pengelola Padang Mangateh. Baik untuk keluarga maupun untuk rombongan.

 

Keindahan Alam Padang Mangateh

 

Karena lokasinya yang berada di pinggang Gunung Sago, anda bisa melihat panorama Kota Payakumbuh yang berbukit-bukit dalam keadaan cuaca yang cerah.

Anda juga bisa menyaksikan keindahan sunrise dan sunset diantara hamparan alam pegunungan dan bukit-bukit yang mengelilingi peternakan ini.

Sangat bagus sekali untuk dijadikan lokasi bersantai ditemani dengan jawi/bantiang untuk menghilangkan stres dan capek dari berbagai aktifitas pekerjaan setiap harinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *