Sumbar

Pengelola Homestay Harus Tersertifikasi

Meningkatnya kualitas dan kuantitas bagi pemangku kepentingan pariwisata lokal ini dapat meningkatkan pelayanan prima pariwisata yang diberikan kepada wisatawan.

“Sistem pelayanan prima dibutuhkan setiap usaha pariwisata terutama pengelola seperti homestay,” kata Taufik Ramadhan, Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar , saat Bimbingan Teknis Dinas Pariwisata Sumbar di Hotel Grand Malindo Bukittinggi, 27 – 28 Maret 2019.

Lebih lanjut, kata Taufik Ramadhan, dengan adanya homestay bisa menjaga kearifan lokal wisatawan dan menambah kesejahteraan masyarakat pengelola dan masyarakat sekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan Arah kebijakan pembangunan kepariwisataan Sumbar, salah satunya adalah pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

Dalam Bimtek ini Dinas Pariwisata Sumbar mendatangkan narasumber dari Kementerian Pariwisata dan Komisi V DPRD Sumbar.

Taufik menuturkan pengelola homestay dan aparatur adalah agen perubahan dalam pengembangan pariwisata. ”Dengan ada bimtek ini diharapkan dapat menghasilkan SDM kepariwisataan yang berkualitas. Terutama dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pengunjung atau wisatawan yang menginap di daerah kita ini,” harapnya.

Sementara itu, Rahayu Purwanti, salah satu narasumber dari komisi V DPRD Sumbar menyebutkan banyak mendapatkan masukan dari acara ini. Di antaranya pengelola homestay masih banyak yang belum standar dan masih banyak yang belum memiliki sertifikasi.

Ia berharap pengelola homestay bisa melakukan penilaian mandiri kepada usahanya, berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 9 Tahun 2014. (*)

Untuk informasi wisata silakan kontak Dinas pariwisata Sumatera Barat dan kunjungi situs sumbar.travel.

Amin

Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

Related Articles

Back to top button
Close
Close