Kuliner

Rendang Belut (Baluik): Kuliner Tradisional Khas Minangkabau

Jika menyebut nama Minangkabau, sebagian orang mungkin akan berpendapat daerah yang terkenal akan kelezatan berbagai kulinernya. Iya, kuliner seperti, rendang, lontong padang, sate padang, soto padang menjadi beberapa nama andalan makanan khas yang sudah terkenal enak di nusantara bahkan mancanegara. Selain kuliner di atas, ada satu lagi kuliner khas dari Minangkabau yang juga tidak kalah enaknya yaitu Rendang Belut

Belut pun bisa dijadikan rendang. Tepatnya di Nagari Parambahan di wilayah Batusangkar identik dengan Rendang Belut yang merupakan rendang adat bagi masyarakat setempat. Rendang tersebut harus ada saat acara besar sebab menjadi makanan khas simbol penghormatan terhadap tamu undangan.

Agar menghasilkan rendang belut yang layak dihidangkan harus diperhatikan tahap pengolahan dan bumbu-bumbu yang digunakan. Setelah belut di cuci dan dipotong harus dibakar dahulu diatas arang kelapa supaya lendir pada belut hilang.

rendang belut (baluik)
Photo IG Uni @mildarenikitchen

Selanjutnya belut dilumuri garam, bawang putih, dan jeruk nipis lalu digoreng tidak terlalu lama agar daging belut tidak terlalu kering. Belut lebih enak rasanya bila digoreng menggunakan minyak samba. Minyak samba adalah minyak hasil penirisan dari proses membuat rendang.

Saat kuah santan yang disipakan sudah mengental, barulah belut goreng dimasukkan. Untuk 1 kg belut membutuhkan 4 butir kelapa dan 2 ons cabai. Kekhasan lainnya akan kita temukan jika melihat bahan lain yang digunakan dalam merendang belut.

Ada 5 jenis daun yang ditambahkan yaitu daun kedondong, daun asam kesambi, daun ayang-ayang, daun surian, dan pelem-paleman dimasukkan secara bergiliran sambil terus dilakukan pengadukan. Dedaunan tersebut ternyata memberikan sensasi rasa yang unik pada belutnya. Daun surian menimbulkan rasa pedas, sedangkan daun belimbing dan daun asam kesambi menimbulkan rasa asam.

Lihat juga :   Nikmatnya Gulai Jariang Pucuak Ubi Khas Minangkabau

Sungguh berbeda dari rasa rendang pada umumnya yang gurih karena penggunaan santan dan kepedasannya hanya berasal dari lado yang ditambahkan. Keunikan lainnya adalah penggunaan ketumbar hijau yang digiling dengan bumbu lainnya menghasilkan aroma yang khas seperti aroma masakan Thailand dan Vietnam.

Penambahan dedaunan juga membuat rendang belut berwarna cenderung hijau tua, sangat berbeda dengan warna rendang pada umumnya yang coklat kehitaman.

User Rating: 5 ( 3 votes)
Tags

Amin

Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close