Kuliner
Trending

Ayo Makan Rendang! Kuliner No. 1 Terlezat Di Dunia Berasal Dari Sumatera Barat

Rendang dinobatkan sebagai makanan paling lezat sedunia

SUMBAR – Sumatera Barat, terdapat semacam masakan atau kuliner yang telah terkenal ke seluruh belahan dunia dengan sebutan rendang. Makanan ini adalah jenis makanan tradisional Minangkabau. Terbuat dari daging, kuah santan, dan bumbu rempah yang di campurkan dan dimasak sampai berjam-jam hingga kering.

Dalam acara khusus tradisi Minangkabau, seperti: menyambut tamu kehormatan, Upacara Adat Minangkabau, dan Baralek (Kenduri) rendang wajib untuk di hidangkan.

Kebiasaan orang Minangkabau yang sering pergi merantau dengan membawa bekal rendang, membuat rendang menyebar ke seluruh belahan Nusantara dan Mancanegara. Penyebaran ini bisa di buktikan dengan banyaknya ditemukan Rumah Makan Padang yang tersebar di Indonesia dan penjuru dunia.

Rasa rendang yang unik dan agak pedas di lidah akan menjadikan selera masyarakat Indonesia pada umumnya cocok dengan makanan ini. Resepnya yang khas, di wariskan secara turun-temurun.

Rendang dinobatkan menjadi makanan No. 1 terlezat dan Halal Di Dunia CNN

Masakan Rendang telah terpilih dua kali menjadi makanan No. 1 terlezat di dunia versi CNN Internasional. Yaitu pada bulan September 2011 dan di bulan Juli 2017 dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia).

World’s Best Halal Destination and World’s Best Halal Culinary WHTA

Rendang yang telah mendunia dengan berbagai macam penghargaan, merupakan rendang asli Indonesia yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Sumatera Barat juga meraih penghargaan pada ajang bergengsi dunia yaitu World Halal Tourism Awards, dengan menerima penghargaan sebagai World’s Best Halal Destination dan World’s Best Halal Culinary pada tahun 2016. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 7 Desember 2016 di Abu Dhabi.

Hubungan Rendang Dengan kebudayaan Minangkabau

Rendang dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau memiliki penghargaan yang tinggi, karena 4 bahan pokok rendang melambangkan keutuhan dan persatuan masyarakat Minang, yaitu:

Photo: instagram @anitajoyo

1. Dagiang (daging sapi)

Daging atau masyarakat Minang menyebutnya dengan “Dagiang”. Dalam suku adat Minangkabau, ada yang disebut sebagai pemimpin yang diberi sebutan “Niniak Mamak“. Pemimpin inilah yang menjadi filosofi sebagai lambang dari daging.

Niniak Mamak menjadi tampek batanyo (tempat bertanya) dan yang akan membuat sebuah keputusan. Ini berkaitan dengan daging yang menjadi unsur utama dalam rendang.

2. Karambia (buah kelapa)

Buah kelapa atau masyarakat Minang menyebutnya dengan “Karambia”, memiliki filosofi sebagai lambang dari Cadiak Pandai, seorang kaum intelektual di Minangkabau dengan berbagai kecerdasan yang dimiliki.

3. Lado (cabai)

Cabai atau masyarakat Minang menyebutnya dengan “Lado”, memiliki filosofi sebagai lambang dari Alim Ulama yang menjadi pemimpin agama di masyarakat Minangkabau.

4. Pemasak (bumbu)

Seluruh masyarakat Minangkabau di lambangkan dengan pemasak (bumbu), karena akan menjalankan dan mempraktekkan aturan yang telah dibuat bersama oleh pemimpin-pemimpin adat.

 

2 Jenis Rendang Dari Tanah Minang

Rendang yang berasal dari daerah Minangkabau terbagi menjadi 2 berdasarkan letak geografisnya, yaitu:

1. Rendang dari dataran tinggi “Darek” Jenis Rendang

Rendang yang berasal dari daerah Darek memiliki bumbu lebih sederhana dan menggunakan teknik yang sederhana dalam proses memasaknya. Rendangnya memiliki warna lebih gelap sampai dengan hitam pekat. Daerah Darek merupakan daerah asal Kerajaan Minangkabau yang sudah tua, seperti: Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Padang Panjang.

2. Rendang dari dataran rendah “Pesisir” Jenis Rendang

Rendang dari daerah Pesisir meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Pasaman, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki bumbu yang banyak dari berbagai jenis rempah-rempah. Rendang ini terasa lebih pedas di lidah dengan aroma kuat dari khas rempahnya yang tercium oleh hidung.

 

Membedakan Gulai, Kalio Dan Rendang

Proses pembuatan masakan rendang ini akan menghabiskan waktu hingga berjam-jam, sampai hasilnya kering dan terlihat coklat tua hingga hitam pekat. Ada 3 tahapan yang harus di lakukan dalam memasak rendang:

Photo: instagram @ariefchalid_alghani

Gulai.

Pada proses pertama pembuatan rendang akan dimulai dengan membuat gulai daging dengan mencampurkan daging bersama bahan rempah-rempah dan santan. Dimasak sampai warna kuah gulainya berwarna kuning kemerahan tapi belum kental. Jika dagingnya anda coba menggigitnya, akan terasa empuk dan ini menandakan gulainya sudah matang. Jika anda suka gulai daging, anda sudah bisa menghidangkan dan menikmatinya.

Photo: Instagram @ariefchalid_alghani

Kalio.

Pada tahap kedua, jika gulai tadi terus di masak sampai kuahnya menjadi kental, sudah kelihatan berminyak dan terlihat berwarna coklat tapi belum kering. Inilah yang di sebut sebagai kalio.

Photo: Instagram @anitajoyo

Rendang.

Pada tahap ketiga, jika kalio tadi terus dimasak sampai kuahnya kering dan berwarna hitam maka ini sudah bisa di sebut rendang. Rendang yang telah masak dan berwarna kehitaman, jika disimpan di tempat yang baik, akan bisa bertahan hingga 1 bulan.

     

    Video Pembuatan Rendang

    Maukah Anda mencoba untuk merasakan rendang khas minang yang berasal dari Sumatera Barat?

    Minangtourism akan coba share video resep rendang khas minang dan selanjutnya bisa kamu coba tuk meraciknya. Berani?

    Yuk coba resep daging rendang khas minang berikut ini: (Video dari Youtube Indonesian Food Channel)

    Rendang Review

    Cita Rasa - 96%
    Kandungan gizi - 94%
    Penampilan - 92%
    Penyajian - 94%
    Tekstur - 91%

    93%

    Nice

    RENDANG adalah salah satu dari “50 BEST FOOD IN THE WORLD“, dan siapa sih yang nggak suka dengan hidangan khas Minang yang super duper gokil ini?

    User Rating: 5 ( 1 votes)
    Tags

    Amin

    Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

    Related Articles

    Close
    Close