Solok Selatan

Rumah Gadang Terpanjang 21 Ruang Mencatatkan Rekor Dunia

Jalan-jalan ke Sumatera Barat, jangan lupa melihat Rumah Gadang Terpanjang 21 Ruang! Bentuknya yang megah, unik dan cantik menjadikan Rumah Gadang ini sebagai salah satu sumber kebanggaan budaya di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Mengenal Rumah Gadang 21 Ruang

Rumah Gadang ini dimiliki secara turun temurun dengan cara diwariskan. Bangunan ini milik Datuk Simajolelo yang bersuku Melayu Sigintir. Menurut ahli waris kerajaan rumah gadang 21 ruang ada kaitannya dengan rumah gadang suku Melayu yang ada di Muara Labuh.

Bangunan rumah gadang dibangun secara gotong royong yang dikomandoi oleh niniak mamak dengan penghimpun potensi kaum yang ada. Rumah Gadang ini tidak lagi digunakan sebagai hunian tetapi hanya digunakan pada saat ada upacara-upacara tertentu, seperti: upacara adat, pesta perkawinan dari keturunan rumah gadang dan ada anggota keluarga yang meninggal mayatnya disemayamkan di rumah gadang ini.

Bahkan di rumah gadang 21 ruang ini masih melestarikan kesenian batombe. Kesenian batombe dilaksanakan pada saat pengangkatan datukm pesta perkawinan, pembangunan rumah gadang dan pesta perkawinan.

Rumah Gadang ini terkenal dengan nama rumah gadang 21 ruang, karena mempunyai bilik/kamar tidur sebanyak 21 kamar. Dinding bagian depan terbuat dari semen sedangkan tulang untuk melengketkan semen terbuat dari bambu yang dianyam. Dinding bagian belakang terbuat dari bambu yang dianyam (tadir). Dinding bilik terbuat dari papan, lantai bangunan papan, dan atap terbuat dari seng yang berbentuk gonjong. Bagian tengah bangunan ditopang oleh tiang yang berjumlah 21 tiang.

Tiang bagian sebelah kanan pintu masuk berjumlah 5 buah tiang dan satu tiang dekat anjuang sebelah kanan pintu masuk diberi ragam hias dengan motif sulur-suluran dan bagian bawah tiang dibuat segi delapan. Maksud dari bentuk tiang segidelapan dikaitkan dengan undangundang delapan yang termasuk adat istiadat yang ada di Solok Selatan.

Lihat juga :   PACU UPIAH: Permainan Tradisional Anak Nagari di Minangkabau

Bangunan ini mempunyai satu pintu masuk, dan didalam ruangan terdapat dua buah anjuang yang biasanya digunakan untuk tempat duduk datuk-datuk atau yang dituakan di rumah gadang tersebut. Bangunan rumah gadang ini mempunyai konstruksi rumah panggung, beratap seng gelombang, dengan jumlah gonjong 15 buah (7 di kiri, 7 di kanan, dan 1 di bagian depan).

Rumah Gadang ini menurut penuturan narasumber dulunya beratap ijuk. Atap diganti dengan seng tidak ada yang tahu kapan terjadinya. Arah hadap bangunan adalah ke barat, secara keseluruhan ini terbuat dari bahan kayu, hanya dinding dan bagian bawah bangunan (kolong) rumah gadang terbuat dari semen. Di bagian depan rumah gadang terdapat anjungan dengan anak tangga berjumlah 5 buah terbuat dari semen.

Lokasi

Rumah gadang terpanjang di Minangkabau ada di Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di Kecamatan Sangir Batanghari atau sekitar 3 jam dari pusat kota Solok Selatan atau sekitar 4 jam dari Muara Labu.

Sejarah

Rumah Gadang 21 mulai dibangun pada tahun 1972 dan selesai pada tahun 1975. Rumah gadang ini dibangun secara gotong royong oleh masyarakat. Rumah Gadang 21 memiliki luas 571,2 m² dengan panjang 71,4 meter dan lebar 80 meter.

Rumah gadang yang dahulu beratap ijuk, dan tiang-tiangnya memakai pasak kayu kini sudah dimodernisasi. Atap ijuk diganti seng dan dinding dari bambu yang disulam berlapis semen, lantai dari papan masih bertahan hingga sekarang. Kemegahan bangunan ini masih jelas terlihat.

User Rating: 5 ( 1 votes)
Via
Majalah Destinasi Indonesia No. 41 | Volume 4 | 2017
Source
Muri.orgCagar Budaya Kabupaten Solok Selatan
Tags

Amin

Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */
Back to top button
Close
Close