Tanah Datar

Menikmati Alam dan Buku di Rumah Pohon Literasi Pagaruyung

Berwisata ke Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, tidak melulu harus ke Istano Basa Pagaruyung. Apalagi jika kamu sudah berkali-kali berkunjung ke Istana kebanggaan urang awak ini. Sebuah rumah pohon baru telah dibuka tidak jauh dari Istana Pagaruyung atas inisiatif seorang warga yang peduli akan pariwisata dan minat baca masyarakat. Lho, mengapa minat baca?

Rumah pohon ini dinamai Rumah Pohon Literasi. Dinamai demikian karena sang pemilik ingin meningkatkan minat baca wisatawan yang berkunjung ke Nagari Pagaruyung yang kaya akan tinggalan sejarah dan budaya, baik itu bendawi mau pun non-benda.

Istano Basa Pagaruyung mungkin memiliki beberapa benda peninggalan sejarah di dalamnya, namun buku-buku tidak ada sama sekali yang dapat diakses oleh pengunjung. Nah, rumah pohon ini menawarkannya.

Koleksi buku-buku dan majalah arkeologi di Rumah Pohon ini mungkin belumlah sekaya sebuah perpustakaan. Buku-buku di rumah pohon ini sebagian besar merupakan publikasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat.Namun, koleksi buku dan majalahnya cukup lengkap dari segi konten mengenai sejarah dan kebudayaan Minangkabau. Para pengunjung dapat membacanya secara gratis.

Sambil menikmati pemandangan alam yang indah, persawahan milik penduduk yang hijau dan pucuk-pucuk atap gonjong rumah gadang di kejauahan, dijamin deh pengunjung akan betah untuk membaca buku seharian di sini.

 

 

Memasuki areal Rumah Pohon Literasi, pengunjung hanya perlu membayar tiket Rp 5000. Jika ingin berfoto saja silakan. Jika ingin membaca juga dipersilakan.

Ada banyak spot untuk berfoto dan membaca yang disediakan. Bisa sambil duduk di bale-bale, duduk di bawah pohon atau sambil bermain ayunan.

 

Karena rumah pohon ini baru dibuka dan dikembangkan, mungkin masih sedikit berantakan di sana-sini. Tanaman hiasnya belum lagi tumbuh dan mekar penuh, dan beberapa sudut masih terkesan belum tertata. Akan tetapi hal ini tidak akan mengganggu kenikmatan pengunjung yang sengaja datang untuk menikmati alam dan membaca.

Satu hal yang disayangkan masih adalah tidak tersedianya kantin dan toilet yang memadai. Rumah Pohon ini hanya menjual snack dan minuman dalam kemasan. Jika lapar saat membaca, pengunjung harus puas dengan mi cup instan. Tapi ini menandakan pengunjung diijinkan membawa bekal dari rumah, lho.

So far, Rumah Pohon Literasi bisa jadi pilihan buat kamu yang mungkin sudah bosan dengan Istana Pagaruyung tapi masih harus ke Istana Pagaruyung karena menemani teman atau keluarga. Akses masuk ke kawasan ini masih harus melewati gerbang Istano Basa Pagaruyung. Dari bangunan utama pengunjung harus berjalan cukup jauh menuju Bumi Perkemahan Pagaruyung yang terdapat di kaki Bukit Bungsu, di belakang istana.

Ada jalan masuk lainnya yang belum diaspal dan dibeton yang berlokasi sebelum Istano Basa Pagaruyung. Mudah-mudahan jalannya akan segera dibenahi dan memasuki areal Rumah Pohon ini bisa terpisah dari Istana Pagaruyung.

Oh ya, menarik minat  anak jaman now, Rumah Pohon ini juga menyewakan pakaian tradisional Korea, hanbok. Hanbok disewakan dengan harga Rp 20.000 saja. Untuk saat ini hanbok yang tersedia masih hanbok untuk anak-anak dan perempuan dewasa.

User Rating: 5 ( 1 votes)
Tags
Close
Close