Cerita Perjalanan

Pesona Tebing Granit Lembah Harau

Oleh Katerina

Selain Ngarai Sianok, Sumatera Barat masih mempunyai keindahan yang lain, yaitu tebing granit Lembah Harau. Lembah yang menghidangkan sajian mata akan keelokan sawah, juga memiliki pesona kekokohan tebing-tebing terjal bebatuan granit. Keindahannya tak kalah dengan Yosemite Park dan Grand Canyon di Amerika.

Bersamaan dengan gerimis yang turun dan mendung kelabu memeluk Bukit Tinggi perjalanan menuju Lembah Harau dimulai. Berangkat mengggunakan kendaraan dari jasa travel, menembus rintik hujan, menempuh jarak sejauh 47km.

Medan jalan yang dilalui terkadang berbelok, menanjak dan menurun. Berkat supir lokal yang berpengalaman, mobil dapat meluncur mulus tanpa kendala. Menjelang kota Payakumbuh, lalu lintas terbilang sepi. Hanya satu dan dua kendaraan pribadi yang melintas. Sedangkan kendaraan umum, hampir tak terlihat.

Waktu tempuh dari Bukittinggi hingga Payakumbuh sekitar 2 jam. Selama waktu tersebut, keelokan panorama alam Ranah Minang tersaji sepanjang perjalanan. Sawah luas terbentang, hutan lebat menghijau, juga perbukitan yang berbaris sambung menyambung hingga jauh. Pemandangan itu terus tersuguh, bahkan hingga memasuki kawasan wisata Lembah Harau.

Setelah 2,5 jam perjalanan, saya tiba di sebuah pos. Seorang petugas menghampiri, menyerahkan karcis restribusi sebagai tanda masuk Lembah Harau. Tarifnya Rp 5 ribu per orang. Harga yang sangat murah untuk sebuah pengalaman menyaksikan salah satu objek wisata alam paling terkenal di wilayah kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

photo lembah harau by @tomybudiarto
Photo Lembah Harau by IG @tomybudiarto

Tebing Granit Lembah Harau Nan Memesona

Ketika mobil mulai melaju memasuki kawasan Lembah Harau, rasa takjub itu langsung menghinggapi. Subhanallah. Betapa tak biasa menyaksikan hamparan sawah diapit oleh deretan tebing yang menjulang mencapai ketinggian 100 hingga 500 meter.

Batuan yang terlihat di tebing-tebing itu, konon diyakini para ahli berasal dari jenis batuan karst bawah laut yang sangat unik dan eksotis. Tampilan granitnya tampak merona dengan semburat warna kemerahan dan kekuningan.

Lihat juga :   Layanan Pengaduan Pariwisata Sumatera Barat

Reliefnya juga memesona, menampakkan guratan-guratan hitam berpadu warna krem dengan lapisan-lapisan penyusun yang diperkirakan telah berusia puluhan juta tahun. Memandangnya, seolah memasuki mesin waktu. Membawa kita ke dalam hutan purba ala film Jurassic Park.

Tebing-tebing terjal di Lembah Harau memiliki kecuraman yang mencapai 90 derajat dengan ketinggian mencapai 200 meter. Inilah tantangan yang mengundang hasrat para pendaki. Tebing impian! Pantaslah kiranya muncul ungkapan dari kalangan pemanjat tebing profesional belum dikatakan profesional jika belum menaklukkan tebing di Lembah Harau.

Bahkan, tak berlebihan jika kemudian para climber dunia menyamakan Lembah Harau dengan lokasi climbing terbesar di Yosemite National Park, di Sierra Nevada California. Menurut informasi, terdapat sekitar 300 titik yang siap di panjat di Lembah Harau ini

Cagar Alam Dan Suaka Margasatwa

Luas wilayah Lembah Harau sekitar 270 hektar. Didominasi oleh tebing-tebing tinggi dengan hutan tropis alami yang lebat. Memiliki topografi daratan bergelombang dan berbukit. Bukit-bukit itu antara lain Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak, dan Bukit Tarantang. Berbaris, sambung menyambung. Begitu menawan.

Tanggal 10 Januari 1993, Lembah Harau ditetapkan sebagai cagar alam dan suaka margasatwa. Salah satu hewan khas yang hidup di lembah ini adalah kera ekor panjang. Hewan ini termasuk spesies langka dan merupakan hewan endemik Sumatera.

Di atas pohon-pohon yang tumbuh di sekitar warung-warung yang berjejer di dekat objek wisata air terjun, kera-kera itu mudah ditemukan. Mereka asyik bergelantungan, tak peduli dengan kehadiran para wisatawan. Terkadang kera-kera itu begitu ribut, dan menjadi sangat liar.

Lembah Harau juga memiliki spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi, seperti anggrek bulan, anggrek kantung, pakis monyet, dan kantung semar. Semuanya merupakan tumbuhan asli kawasan Lembah Harau.

Lihat juga :   Terluas Kesebelas di Indonesia, Danau Maninjau Menyimpan Panorama Alam yang Mengagumkan

Jika ingin melihat pakis monyet (Cibotium barometz) nan sexy, mampir saja ke warung yang terletak dekat objek wisata Air Terjun Aie Luluih. Di sana, satu atau dua pakis monyet dijajakan untuk buah tangan. Keunikan Pakis Monyet bisa terlihat dari bentuk pohonnya yang pendek, memiliki rambut lebat, tebal dan berwarna pirang. Di ujung batang, daun mudanya melengkung mirip udang.

Pesona Air Terjun Dan Lembah Echo

Selain memiliki pemandangan bukit-bukit yang indah, Lembah harau juga memiliki objek wisata air terjun (dalam bahasa Minang disebut sarasah) yang memesona. Air terjun ini antara lain Sarasah Aka Barayun, Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murni, Sarasah Aie Angek.

Penjelajahan di sebelah timur lembah, mengantarkan langkah ke Sarasah Aia Luluih. Sebuah air terjun yang tak terlalu besar tetapi elok dipandang. Airnya meluncur dari puncak tebing, mengalir diantara hijaunya tetumbuhan yang menempel di dinding tebing, lalu tumpah ke kolam alami yang asri.

Di kolam itu, orang-orang ada yang mandi, ada pula yang sekedar membasuh wajah, tangan, dan kaki. Konon, menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika mandi atau membasuh wajah di air terjun Aia Luluih, airnya dapat mengobati penyakit dan menjadikan wajah cantik serta awet muda.

Tak jauh dari kolam sarasah, ada jenjang (tangga) beton menuju lereng ngarai. Mudah ditapaki tetapi hanya sampai pada ketinggian sekitar 6 meter saja. Selanjutnya, jenjang hanya berupa tanah dan bebatuan, rapat dikelilingi pepohonan.

Ada sebuah pondok kecil dengan atap model bagonjong khas Minangkabau. Akar-akar pohon menjuntai di sekitarnya, menjalar pada dinding-dinding cadas. Sementara, dari balik rimbun semak belukar, Air Terjun Aia Luluih terlihat putih menjuntai bagai kelambu. Percikan airnya sampai hingga ke pondok.

Lihat juga :   Pesona Danau Biru Sawahlunto yang Fenomenal dan Wajib Dikunjungi Para Traveler

Sungguh sebuah kenikmatan berada di lembah ini. menghirup segarnya udara hutan sembari ditemani kicauan burung dan suara-suara tonggeret.

Sajian paling spesial di Lembah Harau adalah lembah Echo. Lembah Echo, sesuai namanya berarti gema. Di sana, ketika kita berteriak sekeras-kerasnya dari sebuah titik di dasar lembah, maka suara kita akan terpantul, lalu menghasilkan gema (echo) sempurna sebanyak tujuh kali.

Konon, lokasi ini menjadi satu-satunya tempat di dunia yang dapat menghasilkan gema sesempurna itu. Sungguh, Lembah Harau adalah sebuah gejala alam luar biasa yang jarang ditemukan di belahan bumi lainnya.

Pesona Tebing Granit Lembah Harau | Ditulis oleh uni Katerina S. (Travelerien.com)

User Rating: 4.82 ( 3 votes)
Tags

Amin

Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close