Padang Pariaman

Berpetualang ke Air Terjun Nyarai sambil Menikmati Keindahan Hutan Gamaran

Di Sumatera Barat (Sumbar) terdapat banyak sekali air terjun yang dijadikan objek wisata. Beberapa yang sudah terkenal yaitu Air Terjun Lembah Anai dan Lembah Harau.

Pada 2013, publik dihebohkan dengan kemunculan foto di media sosial Instagram. Dalam foto itu terdapat sebuah air terjun dengan kolam bening di bawahnya, dikelilingi rerumputan dan pohon-pohon hijau. Tertulis Air Terjun Nyarai sebagai keterangan foto itu.

Banyak yang menduga keindahan itu ada di luar negeri. Namun, keterangan di bawah foto memperkenalkan air terjun itu terdapat di Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar

Berpetualang ke Air Terjun Nyarai sambil Menikmati Keindahan Hutan Gamaran
Photo: Instagram @erick_tigan

Kisah Ditemukan Objek Wisata Air Terjun Nyarai

Pada 2014, objek wisata ini telah dikunjungi sebanyak 8 ribu pengunjung. Menilik dari awal air terjun Nyarai ini “ditemukan”, ada nama Ritno Kurniawan di balik terkenalnya wisata alam ini. Setelah menamatkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Ritno berniat pulang kampung untuk membangun kampung halaman. Namun, dia masih bingung mau melakukan apa di kampung halaman.

Setibanya di kampung, lelaki kelahiran Bukittinggi, 3 Mei 1986 ini melanjutkan hobinya berpetualang. Hobi tersebut yang mengantarkannya ke Nyarai. Informasi keberadaan Nyarai didapatnya dari warga sekitar.

Matanya terbelalak memandang keindahan Nyarai. Ia mengagumi keindahannya. Namun, keindahan itu baru dinikmati warga sekitar yang sehari-hari kebanyakan bekerja menebang kayu.

Ia teringat, di Yogyakarta, tempatnya menimba ilmu, banyak objek wisata dengan kategori minat khusus. Ia berpikir Nyarai bisa dikelola seperti Yogyakarta mengelola objek wisatanya.

Niatnya mulai diwujudkan dengan mendekati masyarakat sekitar. Namun, tidak mudah meyakinkan masyarakat karena akan banyaknya wisatawan nanti pasti menganggu pekerjaan mereka menebang pepohonan yang merupakan mata pencaharian utama.

“Mareka tahu salah, tapi tidak punya pilihan lain,” ujarnya.

Kendala lain, masyarakat agak sensitif dengan kedatangan orang-orang baru. Setelah gagal mendekati masyarakat, lelaki sulung dari empat saudara ini mendekati orang-orang yang berpengaruh di sana. Dia menerangkan niatnya untuk menjadikan Nyarai sebagai objek wisata dengan melibatkan masyarakat sekitar. Idenya diterima dengan baik.

Ubah Pola Pikir Masyarakat Sekitar

April 2013, atas izin warga, Air Terjun Nyarai mulai dikelola menjadi objek wisata. Pada saat itu, pengunjung yang datang tidak dipungut bayaran. Sembari dibuka, Ritno dan empat orang timnya mulai melibatkan masyarakat untuk mengelola dengan menjadikan mereka pemandu wisata.

Lihat juga :   Fakta-Fakta Wisata Halal Sumatera Barat yang Wajib Anda Ketahui

Tiga bulan lamanya pembekalan diberikan kepada sekitar 15-25 masyarakat sebagai pemandu wisata. Setelah dirasa pelatihan sudah mencukupi, maka pengunjung mulai dipungut bayaran dengan harga tracking sebesar Rp 20 ribu dan camping sebesar Rp 40 ribu.

“Alhamdulillah, antusiasme pengunjung sangat tinggi,” ujarnya.

Promosi dari media sosial semakin gencar dilakukan. Pemerintah pun mulai menyambut dengan baik dengan memberikan bantuan. Sarana dan prasarana penunjang pun mulai dibangun seperti posko dan toilet.

Ritno dan tim sempat kelabakan karena tingginya minat wisatawan berkunjung ke sana. Maka, direkrut lagi masyarakat untuk menjadi pemandu. Hingga 2018, tercatat sudah ada 174 pemandu dengan pemandu yang aktif sekitar 50-100 orang. Jumlah ini lebih kurang 80 persen dari total jumlah warga di sana yang dilibatkan.

Ritno mengatakan Air Terjun Nyarai diminati masyarakat barangkali karena tawarannya berbeda dengan objek wisata lain. Pada objek wisata lain di Sumbar, wisatawan hanya ditawarkan dengan objek wisata saja. Nyarai menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Ada nilai petualangnya dengan tracking, pemandangan alami, dan pemandian Lubuk Nyarai di Lubuk Sikayan menjadi pelengkap setelah melakukan perjalanan yang panjang.

Yang membuat Ritno tersenyum selain tingginya minat pengunjung, masyarakat tidak lagi menebang hutan karena penghasilan mereka kini berasal dari usaha mengelola Air Terjun Nyarai.

Guyuran Air Terjun Nyarai Pembawa Rindu

Tinggi air terjun ini mencapai 7 hingga 8 meter. Saat tiba musim kemarau tiba, guyuran air terjun ini terlihat tidak terlalu deras. Hal menarik yang ada di air terjun ini adalah kolam yang hadir yang dibuat secara alami dari bebatuan. Air kolam yang ada di permukaan kehijauan dan kolam renang ini tepat di depan air terjun.

Tumpahan air terjun ini masuk ke dalam air kolam dan membentuk dua batu. Semua yang ada di kolam renang dan air terjun terbentuk secara alami tanpa ada campur tangan dari manusia.

Lihat juga :   Padang Mangateh: Surga Padang Rumput Yang Tersembunyi di Indonesia

Guyuran air terjun Nyarai selalu membawa rindu untuk para pengunjungnya. Hal menarik lain yang dapat Anda jumpai di kolam air terjun ini adalah warna hijaunya dan jumlah ikannya yang begitu banyak. Para pengunjung yang datang dapat menikmati sajian ikan dengan cara berburu dan menembaknya.

Jika Anda menangkap ikan dengan cara menembak, maka Anda harus rela menyelam ke dalam kolam sambil kejar-kejaran dengan ikan. Daging ikannya sangat gurih, manis dan sangat lembut. Rasa yang dihasilkan ini  langsung dari kulit ikan.

Lokasi Air Terjun Nyarai

Air Terjun Nyarai berada di Hutan Gamaran, Desa Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, provinsi Sumatera Barat. Sedangkan untuk kecamatannya terletak di jalan Lintas Sumatra, yaitu antar Bukittinggi menuju Padang. Untuk mencapai objek wisata yang ada di Sumatra Barat ini membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam.

Harga Tiket Masuk Air Terjun

Untuk memasuki objek wisata, para wisatawan tidak akan dikenakan biaya tiket masuk. Akan tetapi wisatawan akan mengeluarkan biaya Rp 20.000 jika ingin menggunakan jasa pemandu. Sedangkan untuk melakukan trekking atau berkemah, maka Anda harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.000.

Aktifitas yang Dapat Dilakukan

1. Memancing

Banyak sekali ikan yang ada di dalam kolam ini, sangat disayangkan sekali jika para pengunjung tidak mencoba untuk menangkapnya. Anda bisa mencoba menangkapnya dengan memancingnya. Ada banyak ikan yang dapat Anda pancing dan dapat Anda nikmati di sekitar air terjun. Namun jika Anda berniat untuk memancing, maka Anda harus membawa perlengkapan memancing dari rumah.

2. Bermain ayunan

Disekitar air terjun, Ada pohon yang cukup besar. Akar pohon ini sering digunakan sebagai ayunan. Anda bisa bermain sambil menunggu ikan masuk dalam kail pancil Anda. Bagaimana, sangat menyenangkan bukan?

3. Bersantai

Jika Anda seorang pekerja yang berasal dari kota, objek wisata ini siap untuk menjadi salah satu alternatif liburan. Anda akan mendapat manfaat yang banyak untuk melepaskan beban pikiran dari pekerjaan rutin selama ini.

Anda dapat mengganti udara di paru-paru Anda dengan udara segar yang tersedia di air terjun. Udara yang sangat sejuk dan segar dapat Anda hirup dengan bebas. Anda bisa merasakan perbedaan menghirup udara segar dengan menghirup udara polusi.

Lihat juga :   Kapal Pesiar Silver Discoverer yang Mewah datang ke Sumatera Barat

Perjalanan Menuju Air Terjun Nyarai

Air Terjun Nyarai berada sekitar 20 km dari Kota Padang. Dari Kota Padang, waktu yang harus ditempuh ke tempat ini sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan umum. Jarak tempuh dari posko wsiata ke Air Terjun Nyarai sekitar 3,5 km. Dari mulai keberangkatan kita akan menemukan jalanan hutan yang masih liar.

Pemandu wisata mendampingi kita agar tidak tersesat dan menghindari kemungkinan terluka di sepanjang perjalanan. Setelah menumpuh 3 km hutan liar kita harus menyeberangi sungai dangkal sepanjang 50 meter. Alangkah baiknya dari rumah kita telah membawa bekal dan air minum yang cukup.

Perjalanannya memakan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan. Sangat bergantung pada stamina dan daya tahan fisik. Jadi siapkan diri sebelum memulai perjalanan. Setelah menyeberangi sungai, selanjutnya kita telah sampai di Air Terjun Nyarai

Persiapan Sebelum Menuju Air Terjun Nyarai

Sebelum Anda berkunjung ke air terjun Nyarai, ada baiknya menyiapkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Sandal dan Sepatu

Perjalanan menuju ke objek wisata ini cukuplah terjal dan licin, bawalah sandal gunung atau sepatu. Terlebih lagi pada saat musim hujan, jalan akan licin. Gunakan kaos kaki juga untuk memberikan kehangatan pada kaki, karena udara dan air di sini sangat dingin.

2. Bekal

Di sekitaran air terjun, Anda akan kesulitan menemukan warung makan atau minimarket. Oleh sebab itu, bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya sebelum menuju air terjun.

3. Pakaian

Pakaian yang Anda kenakan haruslah sesuai dengan tempat yang akan Anda kunjungi. Karena Anda ingin pergi ke air terjun, maka Anda harus menggunakan celana jeans dan bawalah pakaian ganti, karena pada saat Anda menyebrangi sungai, pakaian Anda akan basah. Tinggi air yang akan Anda sebrangi mencapai selakangan orang dewasa.

4. Obat – Obatan

Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang diperlukan!

Itulah beberapa informasi yang dapat Anda ketahui sebelum datang ke objek wisata air terjun Nyarai. Semoga bermanfaat.

User Rating: 4.73 ( 2 votes)
Source
Liputan6.comRentalMobilPadang
Tags

Amin

Saya bersama Tim sedang mengerjakan jejaring sosial pariwisata Sumatera Barat, mohon bantuan dan doanya. Founder of @minangtourism

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */
Back to top button
Close
Close